5 Teori Konspirasi di Dunia Sepak Bola yang Wajib Diketahui

Bolamaster88 – 5 Teori Konspirasi di Dunia Sepak Bola yang Wajib Diketahui. Ternyata teori konspirasi tidak hanya ada di dunia politik namun telah memasuki area sepak bola. Banyak pihak yang telah dikorbankan demi mengeruk kepentingan pribadi dari berbagai segi baik politik, bisnis, ekonomi dan lain-lain. Misalnya saat Barcelona kerap menang yang disebut karena bantuan wasit hingga disebut anak emas UEFA. Tentu masih banyak teori konspirasi sepak bola lain yang bakal membuat para pecinta olahraga satu ini terbengong.

 

 

Pemain Tottenham diracun penggemar Arsenal

Persaingan Tottenham Hotspurs dengan Arsenal memang sempat memanaskan Liga Primer Inggris. Spurs tidak pernah mampu mengungguli Arsenal sejak tahun 1995 sebelum dipegang Pochettino. Nah, musim 2005-2006 adalah musim paling berkesan bagi Spurs yang nyaris bisa finish diatas Arsenal. Sayang, banyak pemain Spurs yang mengalami keracunan makanan sehari sebelum pertandingan pamungkas kontra West Ham. Koki hotel pun dikorbankan sebagai teori konspirasi sepak bola penyebab kegagalan Spurs yang gagal mengalahkan West Ham.

 

Just do it Nike

Tagline Just do it milik perusahaan ternama Nike pun pernah menjadi korban teori konspirasi konyol pada tahun 1958. Saat itu, Nike yang mensponsori timnas Brazil memaksa striker Ronaldo Nazario tampil bermain meski dalam kondisi sakit. Akibatnya Perancis membabat Brazil dengan skor 3-0 yang membuat Nike terpukul mengingat Adidas adalah sponsor timnas Perancis kala itu.

 

UEFALONA

Bagi pecinta La Blaugrana, hal ini mungkin sangat menyakitkan. Barcelona kerap dianggap memenangkan banyak liga papan atas karena bantuan wasit. Memang banyak orang tidak akan bisa melupakan fakta pertandingan Barcelona kontra Chelsea yang dipimpin wasit Tom Henning Ovrebo yang memihak Barcelona.

 

Piala Dunia 1958 palsu

Legenda sepak bola Brazil, Pele, pun sempat menjadi korban teori konspirasi sepak bola dunia. Ia berhasil menjadi pemain sorotan saat Brazil menang atas Swedia dengan skor 5-2. Namun, sejarawan Swedia bernama Bor Jacques de Waern, mengatakan jika hal tersebut hanya hoax. Piala Dunia 1958 terjadi di Amerika Serikat sebagai bagian percobaan CIA untuk menguji kekuatan program televisi di atas massa. Bor juga mengatakan bahwa latar belakang stadion bukan di Swedia namun Amerika Serikat.

 

Messi dan Iniesta dianggap sebagai agen pemberontak

Teori konspirasi sepak bola terakhir yang dianggap paling konyol adalah anggapan bahwa Andreas Iniesta bekerja sama dengan Lionel Messi menyulap sepak bola. Kemampuan Messi dan Andreas Iniesta menghipnotis para penonton adalah kode penyelundupan senjata pada pemberontak di Suriah. Jelas sebuah konspirasi yang terdengar mengejutkan namun sangat tidak masuk akal.

 

Bandar Bola Online – 5 teori konspirasi sepak bola dunia tersebut sengaja dibuat sebagian orang yang hendak menjatuhkan pihak lain baik pemain, pelatih atau semua hal terkait olahraga favorit ini. Anda jelas tidak akan mudah mempercayainya, bukan?