Penampilan Terburuk Intermilan Menurut Sang Pelatih

Bolamaster88 – Penampilan Terburuk Intermilan Menurut Sang Pelatih. Tim Inter Milan harus menelan kekalahan pahit dari Fiorentina meski mereka sempat unggul terlebih dulu. Penampilan yang ditunjukkan oleh Nerazzurri pada pertandingan malam itu dinilai menjadi yang terburuk pada musim yang sedang berjalan ini.

Pada saat menjalankan pertandingan di stadion Artemio Franchi,hari Minggu (23/4/2017) dini hari WIB, Inter Milan harus menelan kekalahan dengan skor akhir 4-5.Walaupun Sebelumnya, mereka bisa unggul lebih dulu di babak pertama.

 


Agen Sbobet Casino РMatias Vecino merupakan pemain dari tim tuan rumah yang berhasil membawa Fiorentina berhasil unggul lebih dulu, yang kemudian dapat dibalas oleh Ivan Perisic dan Mauro Icardi yang merupakan pemain dari tim tamu sebelum waktu jeda di babak pertama usai.

Ketika memasuki babak kedua, Fiorentina berhasil menambah empat gol dalam waktu kurun 17 menit.Adapun pemain tersebut adalah Davide Astori, Vecino, dan dua gol Khouma Babacar yang merupakan empat pembobol gawang Inter ketika pertandingan memasuki babak kedua.

Sedangkan dengan tim tamu, La Beneamata hanya bisa memperkecil ketertinggalan dengan dua gol tambahan dari sang kapten Mauro Icardi di menit menit akhir babak kedua menjelang pertandingan akan usai.

Menyoroti masalah mengenai kebobolan empat gol yang bersarang ke gawang Inter Milan dalam durasi kurang dari 20 menit, pelatih dari tim Inter, Stefano Pioli, memberikan penjelasan sebagai berikut.

“Saya rasa ini merupakan penampilan terburuk yang disajikan tim Inter Milan pada musim ini.Jelas terlihat kalu tim kami tidak bisa bereaksi pada suatu kesulitan yang sedang melanda,” ucap Pioli di Mediaset.

“Sekarang ini kami hanya memiliki sisa lima pertandingan lagi untuk memulihkan kredibilitas yang sudah kami lepaskan. Tim ini pada pertandingan semalam saya rasa telah menyentuh titik terendah ketika pertandingan memasuki babak kedua.”

“Sekarang ini saya harus melakukan penilaian dan melakukan analisa untuk mengerti apa yang terjadi di babak kedua tadi, karena saya merasa kalau itu bukanlah tim yang biasa saya mainkan. Kami ¬†telah mengalami kehilangan kesadaran yang tidak dapat dijelaskan dengan kata kata lagi,” imbuhnya.