Perang Taktik Antara Juventus Dan Real Madrid

Bolamaster88 – Perang Taktik Antara Juventus Dan Real Madrid. Pertandingan antara kedua kesebelasan yakni Juventus dan Real Madrid akan segera tersaji dalam final Liga Champions UEFA yang akan segera berlangsung di Stadiun Milenium, Cardiff, Wales pada minggu (04/06/2017) dinihari nanti. Perang adu taktik dan strategi tentu akan menghiasi antara kedua pelatih Zinedine Zidane dan Massimiliano Allegri.

 

Duel kedua kesebelasan tersebut pasti dianggap akan sangat menarik. Real Madrid adalah kesebelasan dengan penyerangan terbaik di Liga Champions musim ini, mencetak 32 gol dengan rata-rata 19,6 tembakan per pertandingan. Sementara itu, Juventus adalah kesebelasan dengan pertahanan terbaik, mereka baru kebobolan tiga gol di Liga Champions musim ini.

 

 

Agen Sbobet Casino – Jika dilihat dari kemampuan menyeluruh dan keseimbangan dari semua pemain di atas lapangan menjadi kunci pada pertandingan final nanti. Allegri bisa memainkan 4-2-3-1 atau 3-4-2-1. Tidak peduli mana yang akan menghiasi lembar daftar pemain mereka, kedua sistem ini bisa terjadi bergantian pada realitanya di atas lapangan.

 

Maka secara defensif, Juventus memainkan tekanan yang berorientasi pada pemain lawan. Fokus Juventus ketika bertahan adalah untuk mempertahankan bentuk formasi mereka, alih-alih terburu-buru merebut bola.

 

Tentu saja pelatih Massiamiliano Allegri akan mencoba beradaptasi dengan lawannya. Jika lawannya lebih senang bermain dari belakang seperti Barcelona, Juventus hampir pasti akan lebih menekan. Tapi jika lawan bermain lebih direct seperti Monaco, maka mereka akan menunggu di belakang sambil memadatkan lini tengah.

 

Sedangkan dikubu Real Madrid sendiri, pelatih zinedine Zidane lebih memiliki pendekatan yang lebih sederhana, namun selalu menekankan pada respons taktik yang hampir selalu tepat, menyesuaikan dengan lawan mereka maupun dengan kondisi pemain mereka sendiri.

 

Baca Juga : Prediksi Bola Juventus vs Real Madrid 4 Juni 2017

 

Formasi andalannya adalah 4-3-3 dengan fokus penyerangan pada dua pemain sayap, yaitu Gareth Bale dan Cristiano Ronaldo. Namun pada saat Bale cedera, ia memainkan formasi 4-3-1-2 (atau bisa juga dibaca 4-4-2 berlian) dengan Isco bermain sebagai gelandang serang, serta Ronaldo dan Karim Benzema sebagai ujung tombak.

 

Struktur organisasi yang kuat adalah kunci Real Madrid saat bertahan. Mereka hampir selalu berusaha mencoba menekan lawan secara vertikal, yang membuat lapangan tengah menjadi penuh, sehingga memudahkan mereka dalam merebut penguasaan bola. Casemiro, sebagai gelandang bertahan Real Madrid, memegang peranan penting di sini, terutama ketika salah satu dari kedua full-back mereka, Marcelo atau Daniel Carvajal, terlambat turun.

 

Maka kedua pelatih tersebut harus bisa merancang taktik dan respons taktik yang tepat untuk pertandingan final nanti. Itulah kenapa ada banyak alasan yang berpotensi membuat pertarungan taktik di Cardiff nanti akan berlangsung lebih dari 90 menit. Juventus dan Real Madrid sendiri telah bertemu sebanyak 18 kali di kompetisi kasta Eropa tertinggi tersebut. Masing-masing sudah menang delapan kali dan imbang dua kali. Jika dilihat dari pertemuan tersebut maka kedua tim sama-sama kuat dan mempunyai kans untuk meraih gelar juara.